Indonesia English Japanese Chinese Simplified Arabic German


Tampilkan postingan dengan label Penyakit Menular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Menular. Tampilkan semua postingan

Selama dialiysis, bisakah saya tertular Hepatitis B ?

Sebagai pasien hemodialisis, Anda ingin mempelajari semua yang Anda bisa tentang perawatan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan Anda. Salah satu hal penting yang harus Anda ketahui tentang melibatkan penyakit menular. Ini adalah penyakit yang terjadi ketika kuman berbahaya masuk ke tubuh Anda dan membuat Anda jatuh sakit. Gagal ginjal mengganggu kekebalan alami tubuh Anda, sehingga lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan beberapa jenis penyakit seperti hepatitis atau AIDS melalui perawatan dialisis Anda. Panduan ini akan memberikan informasi umum tentang beberapa penyakit menular yang penting, termasuk hepatitis B dan C dan HIV/AIDS, dan beri tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya.

Apa itu hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyebabkan penyakit hati. Sebanyak 10 persen penyakit ini berkembang menjadi penyakit hati kronis dan mungkin kanker hati. Hepatitis B menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Risiko Anda terkena hepatitis B mungkin akan meningkat jika:

Berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi
Menyuntikkan obat-obatan terlarang
Tinggal bersama dengan orang yang terinfeksi dan menggunakan barang bersama-sama seperti pisau cukur dan sikat gigi dengan penderita hepatitis B
Terkena benda tajam yang sudah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi, seperti jarum yang digunakan untuk tato, tindik dan akupuntur (jarum ini harus secara hati-hati dibersihkan dan didesinfeksi sebelum digunakan, atau jarum sekali pakai sebaiknya digunakan)
Menderita hemophilia
Orang Tua Anda lahir di Asia Tenggara, Afrika, Basin Amazon di Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik atau Timur Tengah
Selain itu, bayi bisa mendapatkan hepatitis B dari ibu yang terinfeksi saat melahirkan.
Bisakah saya terkena hepatitis B melalui perawatan dialisis?

Pada tahun-tahun awal dialisis, ada bahaya terkena hepatitis B melalui paparan darah dari orang yang terinfeksi di unit dialisis. Namun, saat ini risiko terkena hepatitis B melalui pengobatan Anda sangat kecil karena adanya dua perkembangan penting. Salah satu kemajuan ini adalah penggunaan tindakan pengendalian infeksi yang ketat di unit dialisis. Peningkatan kedua adalah ketersediaan vaksinasi untuk hepatitis B.

Bisakah saya terkena hepatitis B dari transfusi darah?

Kemungkinannya sangat kecil. Semua darah yang disumbangkan disaring dengan hati-hati dari hepatitis B dan juga infeksi darah lainnya, seperti hepatitis C dan HIV.

Bagaimana Anda mengetahui jika Anda menderita hepatitis B?

Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti adalah melalui tes darah. Kebanyakan orang yang terkena hepatitis B tidak mengalami gejala sama sekali.

Namun, beberapa orang mungkin memiliki gejala seperti flu termasuk:

Hilangnya nafsu makan
Mual atau muntah
Demam
Kelelahan ekstrim
Nyeri perut atau sendi
Selain itu, kulit atau mata Anda akan menguning.
Beberapa orang mungkin menjadi pembawa hepatitis B, yang berarti mereka tidak memiliki gejala tetapi masih bisa menulari orang lain dengan penyakit ini. Kondisi pembawa ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Beberapa pembawa akhirnya dapat melukai hati, menderita gagal hati atau kanker hati.

Apakah ada pengobatan untuk hepatitis B?

Ya. Dua obat yang telah disetujui untuk pengobatan hepatitis B kronis adalah interferon alfa-2b dan lamivudine. Obat ini tidak boleh diberikan secara bersamaan. Keseluruhan, sekitar 35 persen pasien yang diobati dengan suntikan interferon selama empat sampai enam bulan akan memiliki respon jangka panjang. Respon terhadap lamivudine oral, diberikan setidaknya satu tahun, mungkin agak lebih rendah. Lamivudine dapat ditoleransi dengan sangat baik, tetapi resistensi virus terhadap pengobatan mungkin terjadi. Terapi interferon sering mengakibatkan hilangnya nafsu makan, depresi, dan penipisan  rambut.

Bagaimana pencegahan hepatitis B?

Salah satu cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah melalui vaksinasi. Vaksinasi hepatitis B dianjurkan untuk semua anak-anak (termasuk dewasa muda dan remaja) serta pasien hemodialisis dan staf. Vaksin ini bekerja dengan menyebabkan tubuh Anda untuk membuat protein khusus yang disebut antibodi yang melindungi Anda terhadap hepatitis B. Respon Anda terhadap vaksin tergantung pada usia, kondisi medis lain yang mungkin Anda miliki dan keadaan umum kesehatan Anda, tetapi kebanyakan orang akan membuat antibodi yang cukup untuk melindungi mereka terhadap penyakit ini. Jika Anda divaksinasi, tim perawatan dialisis Anda akan memeriksa darah secara berkala untuk memastikan adanya antibodi yang cukup. Jika Anda belum divaksinasi, tanyakanlah pada staf dialisis Anda terkait dengan vaksinasi.

Anda juga dapat membantu mencegah hepatitis B dengan mengikuti panduan seks yang aman dan dengan menghindari perilaku berisiko tinggi seperti obat suntik.

Beberapa pedoman seks aman adalah:

Gunakan kondom lateks untuk mencegah pertukaran cairan tubuh.
Memiliki hanya satu pasangan seksual.

Apakah vaksinasi aman?

Ya. Vaksin yang dibuat dari ragi roti dan mengandung partikel yang tidak menular disebut antigen. Anda tidak bisa mendapatkan hepatitis dari vaksinasi. Vaksin ini telah mengalami pengujian klinis yang luas dan telah digunakan pada jutaan orang di seluruh dunia dengan sedikit efek samping. Namun, orang-orang dengan penyakit akut atau alergi terhadap ragi tidak harus divaksinasi.

Cara Penularan HIV/AIDS

Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang, HIV AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan dan belum ada obatnya. Penularannya terjadi dari cairan ditubuh maka itu penting untuk mengetahui cara-cara penularan HIV AIDS.

Setelah dinyatakan positif terkena HIV biasanya ada masa 5-10 tahun virus ini benar-benar bisa 'melumpuhkan' penderitanya. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia. Meski kini dengan terapi ARV (Antiretroviral) penderita HIV AIDS bisa berumur panjang bersama penyakitnya.

Setelah virus memasuki tubuh, maka virus akan berkembang dengan cepat. Virus ini akan menyerang limfosit CD4 (sel T) dan menghancurkan sel-sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Orang dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil.

Pada tahap awal terkena infeksi, virus ini biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun. Gejalanya baru akan muncul setelah dua sampai empat minggu.

Gejala awal HIV adalah mengalami sakit kepala yang berat, demam, kelelahan, mual, diare dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau pangkal paha.

Seperti dikutip dari situs WHO, Senin (6/12/2010) ketika seseorang terinfeksi maka gejala awal yang muncul terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus sedang.

Pada stadium lanjut gejala HIV memperlihatkan kehilangan berat badan dengan cepat tanpa adanya alasan, batuk kering, demam berulang atau berkeringat saat malam hari, kelelahan, diare yang lebih dari seminggu, kehilangan memori, depresi dan juga gangguan saraf lainnya.

Karena ganasnya penyakit ini, sebaiknya ingat-ingat terus cara penularan HIV AIDS. Intinya penularannya terjadi dari cairan ditubuh. Virus HIV berada dalam cairan tubuh manusia.

Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.

1. Hubungan seks, terutama melalui anus (anal)

Orang yang punya penyakit infeksi jika memiliki luka atau ada cairan dari tubuh yang keluar maka bisa 10 kali menularkan potensi HIV kepada pasangannya lewat hubungan seks. Perilaku gonta ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom juga sangat berisiko. Lakukan hubungan seks yang aman.

2. Penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi oleh pemakai narkoba atau perawatan kesehatan
Jarum suntik yang sudah dipakai bisa mengandung cairan dari pemakainya. Kebiasaan seperti ini yang banyak digunakan pemadat. Padahal jarum suntik hanya sekali pakai.

3. Transfusi darah
Penularan melalui transfusi darah risikonya sangat tinggi, maka itu bank darah biasanya akan mengecek berulang-ulang pada darah yang digunakan pasien melalui skrining yang ketat.

4. Antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui
Ibu hamil yang punya penyakit HIV berisiko tinggi menularkan ke bayinya saat masa hamil, bersalin dan menyusui.

Penularan HIV dari ibu hamil ke anak bisa terjadi karena infeksi melewati plasenta, saat proses persalinan atau menyusui. Sumber infeksi ini bisa dari darah ibu, plasenta, cairan amnion dan ASI.

Kemungkinan bayi tertular HIV dari ibunya pada masa kehamilan adalah 15-20 persen. Sedangkan pada saat kelahiran 10-15 persen, dan pada saat menyusui adalah 15-20 persen.

Untuk mengurangi ancaman anak yang dilahirkan tertular HIV dari ibu hamil, menurut dr Utami semua ibu hamil HIV harus diberi obat ARV (Antiretroviral). Pemberian ARV ini dapat menurunkan secara drastis kemungkinan bayi tertular HIV pada masa kehamilan.

5. Terjadinya luka akibat pemakaian benda yang bersamaan seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV. Jadi hindari penggunaan barang-barang seperti itu bergantian, lebih baik punya sendiri, kecuali benda-benda itu sudah disterilkan.

Sumber : http://health.detik.com/read/2010/12/06/102216/1509687/763/ingat-ingat-ini-cara-penularan-hiv-aids

Penularan Penyakit Hepatitis B


Pendapat bahwa penularan penyakit Hepatitis B bisa melalui air liur maupun bekas perangkat dan minum adalah salah. Justru faktor utama penularan penyakit yang menyerang pada fungsi hati itu, lebih melalui darah.
”Kalau melalui hubungan seks dengan penderita, kecil kemungkinan tertular atau sekitar 0,5%,” kata Dr dokter Rino Alvani Gani SpPD KGEH dari RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam Seminar Fakta Baru tentang Virus Hepatitis B di Indonesia (HBV Facts Indonesia Snapshot), di Thamrin Square yang diselenggarakan Klinik CITO, Sabtu (5/5).
Pembicara lainnya dokter Osman Sianipar DMM MSc SpPK (K) dari RSUP dr Sardjito Yogyakarta.
Seminar diadakan dalam launching penghargaan internasional sertifikat ISO 9001:2000 dari lembaga sertifikasi TUV NORD Indonesia.
Menurut Rino, virus Hepatitis B sekarang ini bermutan sangat cepat. Penularan virus itu terbagi bisa karena tertular dari ibu saat dalam kandungan atau setelah persalinan.
Namun, ada pula karena transfusi darah, tindik telinga, tusuk jarum, penggunaan pisau cukur, dan sikat gigi secara bersama-sama.
Bentuk virus ini lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Hepatitis merupakan sebuah proses peradangan pada jaringan hati. Orang lebih mengenal hepatitis dengan istilah lever atau sakit kuning.
”Pengertian lever sebenarnya organ hati, bukan penyakit hati. Nama itu berasal dari Belanda. Kalau sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit kuning adalah penyakit radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan pada kantung empedu,” jelas Rino.
Sementara Osman mengatakan, penyakit ini bisa dicegah melalui pemberian vaksin. Bagi pasangan yang akan menikah, pemberian sebuah kekebalan tubuh itu untuk menghambat penularan virus.
”Jadi, wajib hukumnya pemberian vaksin bagi pasangan suami-istri. Apalagi, bila salah satunya penderita Hepatitis B. Jadi, tidak perlu takut,” kata dia.
Direktur Klinik CITO dokter Dyah Anggraeni MKes SpPK mengatakan, pihaknya pada 2007 ini akan mulai merambah DKI, Jabar, dan Jatim. Dengan mendapatkan ISO 9001:2000, maka pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan. ”Sertifikat ini kali pertama yang kami terima. Segala pelayanan dari penerimaan tamu sampai pemeriksaan laboratorium yang akurat dan presisi, akan kami tingkatkan,” kata dia usai menerima sertifikasi. (H37-37)

sumber: SuaraMerdeka

 
close
close
 
SELAMAT DATANG DI UNIT HEMODIALISA RSUD TAMAN HUSADA BONTANG, Semoga dengan adanya blog ini kita bisa lebih mengenal tentang apa itu hemodialisa..DENGAN HEMODIALISA KUALITAS HIDUP MENJADI LEBIH BAIK...#Terima kasih atas kunjungan anda